POSTINGAN POPULER

Friday, December 02, 2016

Kalau Gagal Gimana?

Ini cerita sederhana tentang tim saya yang terjadi beberapa waktu yang lalu. Dia galau menghadapi ujian kenaikan jabatan. Tidur jadi gak nyenyak. Makanpun terasa tak enak. Dia menemui saya untuk sekedar curhat. Setelah basa basi ini itu kesimpulan dari kegalauannya adalah "Kalau saya gagal gimana Pak?". Alih-alih menjawab pertanyaannya dan memberikan tips agar lulus ujian,  saya justru balik tanya "Kalau kamu LULUS  gimana?" (dengan tekanan pada kata lulus). Sejenak dia bengong dan kaget dengan pertanyaan balik dari saya. Dia mengharapkan bantuan kok malah ditanya balik. Saya lanjutkan serangan itu,
"lya,  saya gak main-main dengan pertanyaan saya. Coba bayangkan kalau LULUS kira-kira apa yang mesti kamu LAKUKAN?"

Dhueng,  seperti baru terantuk palu di kepalanya dia cengar cengir sambil garuk kepala yang saya yakin tak gatal. "Benar juga ya Pak. Ngapain saya musingin hal yang sudah jelas yaitu kalau gagal berarti saya tetap ada di posisi sekarang. Artinya saya tetap melakukan rutinitas yang sudah biasa saya lakukan. Justru yang mesti saya pikirkan adalah kalau lulus berarti saya mesti punya rencana untuk menjalankan tanggung jawab yang tentunya lebih menantang"
Dia tersenyum. Galaunya tiba-tiba sirna tak berbekas. Layaknya kemarau setahun yang tersiram hujan sehari. Sayapun tersenyum. Kadang untuk membantu tim kita dan memfungsikan diri kita sebagai Coach tak perlu banyak berfalsafah,  cukup dengan mengajukan PERTANYAAN yang TEPAT maka masalah itu akan diurai sendiri oleh mereka.

Sahabatku, ada dua hal yang ingin saya garisbawahi dari cerita singkat di atas:

1. Fokuslah HANYA pada HAL yang Anda INGINKAN. Seperti kata sebuah hadits: Ana indha dzonii abdi. Aku ini berlaku seperti yang hambaKu prasangkakan kata Allah. Maka berprasangka baiklah kepada Allah

2. Berpikirlah pada tindakan ke depan. Pada masa depan. Tak perlu risaukan masa kini yang sudah sangat jelas atau masa lalu yang sudah tak mungkin dipengaruhi lagi.

Maka Kawan, mari afirmasikan kalimat berikut:
"Aku sayang kepada diriku sendiri. Diriku penting. Lebih penting dari masalah yang ada atau akan ada. Pekerjaanku penting. Keluargaku penting. Masa depanku sangat penting. Hal tak penting tak boleh mengganggu aku. Aku lupakan masa laluku. Aku lepaskan. Aku ikhlaskan. Agar ringan langkahku. Agar mudah suksesku. Agar cepat bahagiaku. Ya Allah mudahkanlah bahagiaku semudah nafasku. Allah Yang Maha Besar hadir dalam hatiku. Ini yang membuat aku tenang. Dan aku tenang sekarang. Aku tenang. Aku bahagia. Aku sukses. Amin. "
Semoga bermanfaat.

Tabik
-haridewa-

No comments:

Artikel Unggulan

SLEIGHT OF MOUTH

Jumat berkah, meski tertanggal 13, namun saya doakan Anda semua berada dalam kondisi yang bergairah, penuh semangat dan dianugerahi rejeki ...