POSTINGAN POPULER

Sunday, February 26, 2017

Nonton Sirkus

Suatu hari seorang istri mengajak suaminya pergi nonton sirkus yang sedang mengadakan pertunjukan di kota mereka. Sambil tetap menatap laptop karena memang ada tugas mendesak yang harus segera diselesaikannya, sang suami ogah-ogahan menanggapi permintaan istrinya tersebut
“Mas, nonton sirkus yuk..!”, sang istri mencoba merayu suaminya
“Kamu nggak lihat apa kerjaanku masih belum kelar begini?”, tegas sang suami dengan agak kesal
“Yaaa, tapi ini khan weekend..!”, sang istri mulai protes
“Emang kenapa kalau weekend?”, sergah suami tak mau kalah
“Kata kawanku yang sudah nonton, atraksinya menarik lho Mas”, sang istri mulai melembut
“Halah, dari dulu yang namanya sirkus ya pasti gitu-gitu aja”, kata sang suami tetap menatap laptopnya
“Yang ini beda Mas. Sirkus ini dari Rusia dan salah satu atraksi andalan mereka adalah gadis-gadis molek yang menunggangi singa tanpa busana..!”, sang istri mulai berpromosi
“Kamu itu ya, kalau ada maunya sukanya memaksa. Baiklah kalau kamu memang sangat ingin nonton sirkus tadi, kebetulan aku juga sudah lama nggak lihat singa”, tukas suami sambil mulai membereskan laptopnya. “Jam berapa pertunjukan berikutnya?”

Singkat cerita pasutri tadi kemudian bergegas menuju ke lokasi sirkus berada, sang suami memesan tiket kelas VIP agar duduknya bisa paling dekat dengan sasana pertunjukannya. Atraksi yang ditampilkan memang luarbiasa, ada gadis trampolin dan trapeze yang sangat lincah, beberapa pertunjukan sulap yang ajib, juga ada badut yang lumayan mengocok perut. Sang istri sangat menikmati semua atraksi tadi, sementara sang suami sambil lalu saja menikmatinya, bahkan dia sibuk memainkan ponselnya. Sampai ketika MC mengumumkan sajian utama atraksi hari itu yaitu gadis dan singa, sang suami mulai mengantongi ponselnya dan bersiap menikmati pemandangan singa yang menurutnya sudah lama tak dilihatnya.

Benar saja pertunjukan inti itu begitu luar biasa, gadis-gadis molek tadi sangat piawai dalam menunggangi singa. Laiknya kuda, singa-singa tersebut bisa dikendarai dengan aman dan nyaman, berbaris beriringan, atau zig zag melalui sebuah rintangan, bahkan melompati pagar berapi.

Sang istri sangat puas dengan acara 'we time' mereka hari itu, namun sepanjang perjalanan pulang sang suami tampak cemberut saja.
“Ada apa sayangku, kok mukanya manyun saja dari tadi?”, kata sang istri sambil sedikit genit. 
“Dasar tukang tipu, manipulatif, sejuta topan badai,  kamu sengaja mengelabui aku agar mau menuruti permintaanmu!”, kata sang suami kesal. “Lha, memang salahku dimana Sayaaaang?”, sang istri malah menggelayut manja di lengan suaminya “Kata kamu tadi ada atraksi gadis-gadis Rusia tanpa busana?”, sang suami tambah kesal karena sang istri pura-pura tidak menyadari kesalahannya. Sang istri tertawa terbahak sambil menjawab, “Hei jangan asal tuduh ya. Yang bilang ada gadis Rusia tanpa busana itu siapa? Khan aku Cuma bilang bahwa atraksi andalan mereka adalah gadis-gadis molek yang menunggangi SINGA TANPA BUSANA..! Helloooo, situ oke? Ada Aqua?”
***


Hehehe, Anda boleh ikut tertawa kok gak perlu malu-malu. Yang saya ingin bahas adalah kelihaian istri dalam berkomunikasi dengan suaminya. Dalam NLP terdapat beberapa teknik komunikasi yang ketika digunakan maka hasilnya akan sangat persuasif. Contoh kisah di atas sang istri menggunakan teknik distorsi, lebih tepatnya lagi adalah teknik Lost Perfomatives (LP) atau tidak lengkapnya Subjek sebuah kalimat. Dengan mendistorsi subyek mana yang tidak mengenakan busana, maka sang suami berasumsi bahwa para gadislah yang tidak mengenakan busana, sementara kondisi aslinya adalah singa-singa itu yang telanjang.

Masih banyak teknik komunikasi seperti ini dalam NLP, seperti Generalisasi dan Delesi

1. Generalisasi
Seringkali kita melakukan penyamarataan atas suatu hal secara berlebihan. Dengan kata lain, satu, dua, atau beberapa pengalaman kita jadikan label untuk mengenali satu kelompok pengalaman tertentu.

“Orang tua saya tidak pernah mau tahu apa yang saya inginkan”.

Apa yang muncul dalam benak Anda jika mendengar kalimat model begini? Orang tua sang pengucap adalah orang tua yang amat tidak pengertian terhadap anaknya, bukan? Pertanyannya, apakah benar selama seumur sang anak hidup dari kecil hingga dewasa orang tuanya tidak pernah pengertian sama sekali? Saya jamin tidak. Karena jika demikian adanya, mana mungkin sang anak bisa hidup sampai sekarang? Bukankah ketika ia masih bayi dan menangis karena lapar, orang tuanya pasti memberinya makan? Ah, bukankah ini suatu bentuk pengertian?

2. Delesi
A. Simple Deletion.
Menggunakan simple deletion, kita mengucapkan suatu kalimat dengan mengabaikan informasi mengenai seseorang, suatu benda/hal, atau keterkaitan antara keduanya.
Contoh:

"Saya merasa tidak nyaman"
"Aku takut"
"Aku tidak tahu".

Dengan mengatakan hal yang tidak lengkap seperti ini, sang pengucap jelas akan merasakan kebingungan tanpa tahu persis apa penyebabnya dan berakhir pada menggeneralisasi state tersebut kepada hal-hal lain yang tidak secara langsung berkaitan.
Untuk mengatasi hal seperti ini, kita bisa bertanya dan meminta si pengucap untuk melengkapi bagian yang dihilangkan.

"Merasa tidak nyaman terhadap apa/siapa?"
"Takut kepada apa/siapa?"
"Apa persisnya yang kamu tidak tahu?"

Dengan mengatakan secara lebih lengkap, kita bisa semakin mudah mengenali penyebab munculnya suatu state untuk kemudian mencari solusi yang tepat guna mengatasinya.

B. Comparative Deletion.
Di sini, kita membandingkan suatu hal dengan hal lain, tanpa menyebutkan secara jelas pembandingnya.
Contoh:

"Wah, kamu hebat sekali"
"Dia memang lebih pintar".

Mirip dengan simple deletion, tanpa menjelaskan secara detil pembandingnya, comparative deletion akan membuat kita menggeneralisasi state kepada hal-hal lain dan menjadikan pernyataan tersebut seolah tak terbantahkan. Untuk mengatasinya, cukup kita tanyakan:

"Hebat dibandingkan dengan?"
"Lebih pintar dibandingkan dengan?"

Nah, itu sedikit sharing saya mengenai teknik komunikasi dalam NLP, yang tentunya kalau mau dipelajari dengan serius akan lebih memberdayakan kehidupan kita.

Semoga bermanfaat

Tabik

-haridewa-

Professional Hypnotherapist
Happiness Life Coach
FB: Hari Dewanto
WA: 08179039372

No comments:

Artikel Unggulan

Tanah Rot

Sepasang suami istri sedang menikmati bulan madu mereka di Pulau Dewata, Bali. Hari ini mereka berniat mengunjungi Tanah Lot untuk menyaksi...