NaZaMWZcMGZ8LGZ7MGxaNGtaLDcsynIkynwbzD1c

Human Model of the World

BLANTERLANDINGv101
3034015059065731839

Human Model of the World

19/04/18
Ayam atau Bebek
Berikut ini adalah cerita dari seorang GURU, Ajahn Chah dari Thailand timur laut.
Sepasang pengantin baru tengah berjalan bergandengan tangan di sebuah hutan pada suatu pagi musim panas yang indah, seusai sarapan. Mereka sedang menikmati kebersamaan yang menakjubkan tatkala mereka mendengar suara di kejauhan: "Kwek! Kwek!"
Hasil gambar untuk kukuruyuk"Dengar," kata si istri, "Itu pasti suara ayam."
"Bukan, bukan. Itu suara bebek," kata si suami.
"Nggak, aku yakin itu ayam," si istri bersikeras.
"Mustahil. Suara ayam itu 'kukuruyuuuk!', bebek itu 'kwek! kwek!' Itu bebek, Sayang," kata si suami dengan disertai gejala-gejala awal kejengkelan.
"Kwek! Kwek!" terdengar lagi.
"Nah, tuh! Itu suara bebek," kata si suami.
"Bukan, Sayang. Itu ayam. Aku yakin betul," tandas si istri, sembari menghentakkan kaki.
"Dengar ya! Itu a… da… lah… be… bek, B-E-B-E-K. Bebek! Mengerti?" si suami berkata dengan gusar.
"Tapi itu ayam," masih saja si istri bersikeras.
"Itu jelas-jelas bue… bek, kamu… kamu…."

Terdengar lagi suara, "Kwek! Kwek!" sebelum si suami mengatakan sesuatu yang sebaiknya tak dikatakannya.
Si istri sudah hampir menangis, "Tapi itu ayam…."
Si suami melihat air mata yang mengambang di pelupuk mata istrinya, dan akhirnya, ingat kenapa dia menikahinya. Wajahnya melembut dan katanya dengan mesra, "Maafkan aku, Sayang. Kurasa kamu benar. Itu memang suara ayam kok."
"Terima kasih, Sayang," kata si istri sambil menggenggam tangan suaminya.
"Kwek! Kwek!" terdengar lagi suara di hutan, mengiringi mereka berjalan bersama dalam cinta.
***

Sidang pembaca yang berbahagia, mungkin kita juga pernah berada dalam situasi seperti cerita di atas. Pertanyaannya bukanlah kenapa bisa terjadi hal seperti ini atau siapa yang salah, melainkan bagaimana hal seperti itu bisa terjadi.

NLP (Neuro Linguistic Programming)  mengenalkan kita pada sebuah 'Communication Model' atau  sering juga disebut dengan 'Human Model of the World' (HMoW), yang menguraikan bahwa sumber dari sebuah belief adalah kondisi pikiran-perasaan atau state of mind.

Hasil gambar untuk human model of the worldSebuah informasi yang masuk melalui ke-lima panca indera kita tidak begitu saja disimpan, namun difilter dulu oleh pengalaman masa lalu sehingga sebenarnya sebuah belief merupakan sebuah 'persepsi' saja adanya. Maka kunci dari Human Model of the World,  ada pada pengelolaan 'persepsi' atau lebih dikenal sebagai Internal Representative (IR).

Memahami proses terjadinya IR akan menjadikan kita mengenal diri dan lingkungan, sebab kita jadi tahu bagaimana sebenarnya pikiran ini bekerja. Bahwa makna sebuah situasi yang kita hadapi  tidak terletak pada kejadiannya, melainkan pada cara kita menyimpan informasi akan kejadian serupa di masa silam yang tersimpan dalam pikiran.

Onomatope
Ketika berada di bangku sekolah dulu, saya pernah belajar teori bahasa yang disebut onomatope. Menurut KBBI, onomatope (Inggris: onomatopoeia) adalah nominalisasi kata tiruan bunyi, misalnya 'kokok' merupakan tiruan bunyi ayam, 'cicit' merupakan tiruan bunyi tikus.

Makna lain onomatope adalah pembuatan kata berdasar pada  apa yang didengar. 'Plung' adalah bunyi benda yang masuk ke air. 'Gludug' adalah bunyi benda keras besar terjatuh ke lantai. 'Krompyang' adalah bunyi kaca yang pecah. Dlsb.

Ada kawan saya setiap janjian di Giant selalu mengirim pesan "kita ketemu di gayen". Belum lagi dulu banyak team saya yang menulis 'remainding' untuk mengingatkan dokter agar senantiasa meresepkan produk kami.

Semua itu terjadi karena informasi yang masuk melalui telinga (auditory) diproses menggunakan pengalaman subyektif untuk kemudian direpresentasikan dalam bentuk ujaran (kata)  tadi.

Kembali ke suara ayam di atas, ternyata pelbagai bangsa menengarai bunyinya sesuai dengan Human Model of the World mereka masing-masing.
Bangsa  Inggris menyebut suara ayam jantan dalam menyambut pagi dengan ‘cock-a-doodle-doo’. Ayam jago Belanda juga tak mau kalah membangunkan manusia dari peraduannya dengan seruan ‘kukeleku’. Ayam jantan Perancis yang bertetangga akan menyahut dengan ‘cocorico’.

Dan berikut adalah padanan kokok ayam dalam berbagai bahasa dunia lainnya antara lain ‘kikeriki’ (Jerman), ‘quiquiriquí (Spanyol), ‘cucurigu’ (Rumania dan Bulgaria), ‘chicchirichi’ (Italia), ‘gue-gue’ (China), ‘kou-kou-kou-kou’ (Jepang), ‘kou-ka-re-kou’ (Rusia).

Di negara kita sendiri, tak semua ayam jago akan menyerukan ‘kukuruyuk’ menyambut datangnya pagi. Di kawasan Jawa Barat, ayam jantan Sunda akan bersenandung ‘kong-ko-rongok’.
***
Sidang Pembaca yang berbahagia,  dengan memahami HMoW maka kita juga akan mampu memahami perilaku seseorang sesuai dengan belief mereka. Seperti si suami pada kisah Thailand di atas akhirnya sadar, siapa sih yang peduli itu ayam atau bebek? Yang lebih penting adalah keharmonisan mereka, yang membuat mereka dapat menikmati kebersamaan pada malam yang indah itu.

Berapa banyak pernikahan yang hancur hanya gara-gara persoalan sepele? Berapa banyak perceraian terjadi karena hal-hal "ayam atau bebek"? Ketika kita memahami cerita tersebut, kita akan ingat apa yang menjadi prioritas kita. Pernikahan jauh lebih penting ketimbang mencari siapa yang benar tentang apakah itu ayam atau bebek.

Lagi pula, betapa sering kita merasa yakin, amat sangat mantap, mutlak bahwa kita benar, namun belakangan terbukti ternyata kita salah?
Lho, siapa tahu? Mungkin saja suara yang terdengar pagi itu adalah ayam yang direkayasa genetik sehingga bersuara seperti bebek!
"Kwek! Kwek...!"

Sila tebar jika manfaat

Salam Bahagia

Tabik
-haridewa-
Happiness Life Coach
Professional Hypnotherapist
WA: 08179039372
FB: Hari Dewanto
BLANTERLANDINGv101
Formulir Kontak Whatsapp×
Data Anda
Data Lainnya
Kirim Sekarang