POSTINGAN POPULER

Tuesday, April 10, 2018

Pesan Dulu

Suatu sore yang cerah,  Mukidi singgah di sebuah cafe sekedar untuk melepas lelah sembari menikmati sajian kopi yang konon kabarnya sangat nikmat. Mukidi mencari tempat duduk di sudut yang agak temaram agar bisa lebih santai. Sambil memesan kopi dia bertanya apa password wifi di cafe tersebut. "Pesan dulu", jawab waitress cantik yang melayani Mukidi. "Iye, gue pesen black coffee satu", jawab Mukidi

Tak selang berapa waktu, waitress cantik tadi kembali sambil menyodorkan secangkir black cofee. "Nah saya sudah pesen black coffee. Jadi passwordnya apa Mbak Cantik", kata Mukidi agak genit. "Pesan dulu", jawab waitress tadi sambil tetap tersenyum ramah. "Oke, jadi belum cukup nih gue pesen kopi. Oke, gue minta kue muffin satu", kata Mukidi mulai gusar.

Segera saja waitress tadi dengan cekatan mengambil satu muffin dan menyerahkan kepada Mukidi. "Nah, sekarang gue sudah pesen minuman sama snack, boleh dong dikasih tahu passwordnya!", kata Mukidi lagi gak sabaran. Sambil tetap menjaga senyum manisnya, waitress tadi menjawab, "Pesan dulu"

"Apa?  Cafe apaan ini, memasang tulisan free wifi tapi syarat untuk dapat password saja bererot amat. Baiklah kalau begitu, gue pesen sekalian nasi goreng jengkol, beef steak, french fries, sekalian orange juice satu. Cukup khan?", Mukidi benar-benar kehabisan kesabarannya. Waitress cantik tadi tersenyum kemudian pamit ke belakang.

Agak lama, karena pesanan Mukidi kali ini memang membutuhkan waktu untuk menyiapkannya, waitress tadi kembali menuju tempat duduk Mukidi untuk menyajikan pesanan terakhir ini. "Gimana Mbak waitress, jadi apa sebenarnya password wifinya?", kali ini Mukidi sudah malas untuk basa basi. "Khan dari tadi saya sudah kasih tahu Bapak. Pesan dulu. P E S A N D U L U!", jawab waitress cantik tadi kalem.

Dan Mukidi hanya bisa gigit meja sambil menghabiskan semua pesanannya tadi.
***

Sidang Pembaca yang berbahagia, silakan kalau mau tertawa dulu. Mungkin Anda menganggap Mukidi terlalu naif, bodoh atau segudang celaan lain. Namun pernahkah Anda mengalami peristiwa sejenis? Anda bercakap, membaca sebuah informasi, atau melihat sebuah peristiwa dan Anda memaknainya menggunakan peta pikiran (mental map) Anda? Pernah? Atau bahkan sering?

Dalam NLP (Neuro Linguistic Programming) dikenal istilah presuposisi atau asumsi dasar yang melandasi manusia berpikir. Salah satu presuposisi yang paling terkenal adalah 'The Map is not The Territory'. Bahwa realitas internal manusia tidaklah selalu sama dengan realitas eksternal yang terjadi di luar dirinya. Repotnya dalam beberapa kejadian, manusia cenderung untuk merespon kondisi luar (RE) menggunakan  kondisi dalam (RI) pikirannya. Inilah yang terjadi pada cerita Mukidi di atas.
***
Dengan memahami NLP,  maka kita jadi mampu memahami cara kerja pikiran manusia sesuai dengan beberapa presuposisi yang telah dibuat oleh penciptanya. Dan ketika kita memahami cara kerja pikiran manusia, maka dengan sengaja kita bisa mengarahkan kemana sebuah perilaku akan dibawa.

Cerita di atas hanyalah fiktif belaka, namun bisa juga dijadikan sebuah strategi bisnis. Menentukan password wifi dengan taktik seperti itu akan mampu menaikkan jumlah pesanan pada sebuah cafe.

Anda ingin tahu lebih banyak mengenai teknik NLP? Gampang kok caranya.

Pesen dulu!

Saya buka kelas Neo NLP setiap bulan di Cafe Therapy Bogor.

Sila tebar jika manfaat.

Tabik
-haridewa-
Happiness Life Coach
Professional Hypnotherapist
WA: 08179039372

No comments:

Artikel Unggulan

SLEIGHT OF MOUTH

Jumat berkah, meski tertanggal 13, namun saya doakan Anda semua berada dalam kondisi yang bergairah, penuh semangat dan dianugerahi rejeki ...